- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
PUPR Kalsel Dorong Komitmen Daerah Wujudkan Target Sanitasi Nasional

Keterangan Gambar : Coaching Clinic I Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026 yang digelar di Banjarbaru, Selasa (30/6/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan sanitasi yang layak dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- PUPR Kalsel Tingkatkan Kompetensi SDM Konstruksi melalui Pelatihan BIM Autodesk Revit Arsitektur0
- Triwulan I 2026, Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen0
Upaya tersebut diwujudkan melalui Coaching Clinic I Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026 yang digelar di Banjarbaru, Selasa (30/6/2026).
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Penataan Bangunan, Akhmad Humaidi, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam mengawal implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten, khususnya di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarmasin yang tahun ini mendapat pendampingan dari Kementerian PUPR.
Ia mengapresiasi kehadiran seluruh peserta, terutama Pokja PKP dari Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarmasin, yang telah berpartisipasi aktif sehingga pelaksanaan Coaching Clinic dapat berjalan dengan baik.
“Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sanitasi semakin meningkat sekaligus memperkuat langkah-langkah konkret dalam pendampingan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten,” ujarnya.
Menurut Humaidi, pemerintah telah menetapkan target pembangunan sanitasi melalui RPJMN 2025–2029 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, yakni mewujudkan 100 persen akses sanitasi layak, 30 persen sanitasi aman, serta menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Ia menegaskan, Pokja PKP memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi, advokasi, dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian target tersebut.
Karena itu, Coaching Clinic menjadi momentum menyusun strategi implementasi yang efektif sekaligus mendorong komitmen kepala daerah sebagai tahapan awal (Milestone 1) dalam pelaksanaan Strategi Sanitasi Kabupaten.
“Harapannya Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarmasin dapat mengawali implementasi SSK dengan dukungan penuh dari kepala daerah sehingga percepatan pembangunan sanitasi dapat berjalan optimal,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








