- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Presentasi Penurapan Segmen Soetomo, Tarmidzi dan Teras Samarinda, Wali Kota Terus Genjot Pekerjaan

Keterangan Gambar : (istimewa)
Borneopos.com, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun terus menggenjot beberapa pekerjaan fisik diantaranya proyek penurapan SKM segmen Dr Sutomo, penurapan segmen Tarmizi dan penurapan Teras Samarinda tahap 2 melalui presentasi dari pihak Dinas PUPR Samarinda dan konsultan di ruang rapat wali kota, Senin (15/7/2024).
Baca Lainnya :
Dalam presentasi yang sekaligus sebagai langkah wali kota memantau pekerjaan tersebut dihadiri Sekda Samarinda Hero Mardanus Satyawan, Plh Asisten II Marnabas Patiroy, Kepala Dinas PUPR Desy Damayanti Fauzi, Kabid SDA Dinas PUPR Hendra Kusuma dan PPK Dedy Sumbawardana serta konsultan proyek penurapan Sutomo dan Tarmizi, dan konsultan Teras Samarinda.
Dalam kesempatan itu, Dedy bersama konsultan menyampaikan bahwa progres penurapan Sutomo mencapai 15 persen, Tarmizi 71 persen dan turap Teras Samarinda tahap 2 sebesar 5 persen.
Berbicara proyek penurapan Sutomo, Dedy memaparkan menggunakan pompa lumpur 250 liter/detik dengan jenis pompa submersible.
Dalam paparan kedua proyek penurapan SKM dalam mendukung program pengendalian banjir kota Samarinda tersebut tidak ada masalah krusial.
Beralih ke proyek penurapan Teras Samarinda tahap 2 dikemukakan bahwa harus dilakukan penebangan beberapa pohon terkait metode pekerjaan.
“Pemotongan ini untuk mobilitas crane saat pemancangan sheetpile dan angkur,” terang Dedy.
Namun lanjutnya tidak menghabiskan semua pohon yang ada di tahap 2. Karena masih ada beberapa yang tidak menganggu tetap dibiarkan.
Wali Kota sendiri mengharapkan agar pekerjaan bisa terus berjalan lancar dan jika ada kendala segera dikomunikasikan serta dicarikan penyelesaiannya sehingga tidak berlarut-larut.
“Jangan sampai masyarakat yang semestinya sudah bisa menikmati hasil pembangunan, malah tertunda juga menikmatinya,” tegas Andi Harun. (rls/red)


Baca Lainnya :














