- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Pemprov Kalsel Perkuat Kualitas Data Hortikultura Melalui Rakor Mantri Tani

Keterangan Gambar : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi bagi Mantri Tani se-Kalimantan Selatan di Aula Kantor, Senin (30/3/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi bagi Mantri Tani se-Kalimantan Selatan di Aula Kantor, Senin (30/3/2026).
Baca Lainnya :
- Penyaluran KUR dan UMi di Kalsel Tunjukkan Tren Positif, DJPb Perkuat Pengawalan Pembiayaan UMKM0
- Kanwil DJPb Kalsel: Kinerja APBN dan APBD Kalsel Tunjukkan Akselerasi Positif0
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi pengumpulan data Statistik Pertanian Hortikultura berbasis Computer-Assisted Web Interviewing (SPH-CAWI), sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas data pertanian di daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Salhan, menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya subsektor hortikultura, memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hortikultura tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi serta peluang pengembangan yang besar bagi daerah,” kata Amir.
Ia menegaskan, ketersediaan data hortikultura yang akurat, valid, dan tepat waktu menjadi fondasi utama dalam perencanaan program, pengambilan kebijakan, hingga evaluasi pembangunan pertanian baik di tingkat daerah maupun nasional.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah tantangan, seperti perbedaan persepsi dalam pengumpulan data di lapangan, belum optimalnya koordinasi antarpetugas, serta perlunya peningkatan kapasitas dalam pemanfaatan sistem berbasis teknologi.
“Melalui penerapan SPH-CAWI pada tahun 2026, diharapkan proses pengumpulan data hortikultura menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amir Salhan mengatakan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pengumpulan data, peningkatan pemahaman petugas terhadap penggunaan aplikasi SPH-CAWI, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperkuat sinergi antarpetugas di lapangan.
“Dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, maka perencanaan pembangunan pertanian akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Kalimantan Selatan,” tutupnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












