- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Pemprov Kalsel Perkuat Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperkuat sektor investasi sebagai motor penggerak utama.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Komitmen Integrasikan Ekonomi Biru Dalam RPJMD 2025-20290
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan Distribusi Gas 3 Kg dan Dorong Pembentukan BUMD Pangan0
Hal ini disampaikan oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri, dalam pernyataannya terkait usulan program prioritas tahun 2026 yang disampaikan Selasa (22/7) lalu.
Endri menjelaskan bahwa saat ini rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalsel masih berada di kisaran 5 persen. Sementara itu, target yang ingin dicapai baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, sebagaimana tercantum dalam visi misi Gubernur Kalsel H. Muhidin adalah pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen.
“Tentunya kita upayakan bahwa tiap tahun itu ada peningkatan pertumbuhan ekonomi sekitar 1 hingga 2 persen, hingga akhirnya kita capai target 8 persen,” ujar Endri saat diwawancara di Banjarbaru, Jumat (25/7/2025).
Investasi dinilai sebagai sektor yang paling cepat memberikan dampak nyata terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, DPMPTSP terus mengembangkan berbagai strategi guna menarik minat investor, termasuk dengan memperkuat dokumen kajian potensi investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).
“Dokumen IPRO ini sangat dibutuhkan para calon investor karena berisi kajian lengkap dan memberikan gambaran kepastian berinvestasi di Kalsel,” tambahnya
Selain itu, DPMPTSP juga tengah menunggu pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Penanaman Modal yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPRD. Perda tersebut diharapkan menjadi payung hukum yang memberikan kepastian, jaminan, serta kemudahan berinvestasi bagi para investor di Kalsel.
Endri juga menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya sentra ekonomi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak.
“Satu investasi yang masuk di suatu daerah dampaknya luar biasa yang dapat menumbuhkan sentra ekonomi baru dan membuka lapangan pekerjaan,” tutupnya. (red/MCKalsel)
Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0




.jpg)









