- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Pemprov Kalsel Perkuat Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperkuat sektor investasi sebagai motor penggerak utama.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Komitmen Integrasikan Ekonomi Biru Dalam RPJMD 2025-20290
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan Distribusi Gas 3 Kg dan Dorong Pembentukan BUMD Pangan0
Hal ini disampaikan oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri, dalam pernyataannya terkait usulan program prioritas tahun 2026 yang disampaikan Selasa (22/7) lalu.
Endri menjelaskan bahwa saat ini rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalsel masih berada di kisaran 5 persen. Sementara itu, target yang ingin dicapai baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, sebagaimana tercantum dalam visi misi Gubernur Kalsel H. Muhidin adalah pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen.
“Tentunya kita upayakan bahwa tiap tahun itu ada peningkatan pertumbuhan ekonomi sekitar 1 hingga 2 persen, hingga akhirnya kita capai target 8 persen,” ujar Endri saat diwawancara di Banjarbaru, Jumat (25/7/2025).
Investasi dinilai sebagai sektor yang paling cepat memberikan dampak nyata terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, DPMPTSP terus mengembangkan berbagai strategi guna menarik minat investor, termasuk dengan memperkuat dokumen kajian potensi investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).
“Dokumen IPRO ini sangat dibutuhkan para calon investor karena berisi kajian lengkap dan memberikan gambaran kepastian berinvestasi di Kalsel,” tambahnya
Selain itu, DPMPTSP juga tengah menunggu pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Penanaman Modal yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPRD. Perda tersebut diharapkan menjadi payung hukum yang memberikan kepastian, jaminan, serta kemudahan berinvestasi bagi para investor di Kalsel.
Endri juga menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya sentra ekonomi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak.
“Satu investasi yang masuk di suatu daerah dampaknya luar biasa yang dapat menumbuhkan sentra ekonomi baru dan membuka lapangan pekerjaan,” tutupnya. (red/MCKalsel)
Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0












