- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Pemprov Kalsel Intensif Awasi Harga Pangan, Siapkan Pasar Murah Antisipasi Kenaikan Komoditas

Keterangan Gambar : Pemprov Kalsel Intensif Awasi Harga Pangan, Siapkan Pasar Murah Antisipasi Kenaikan Komoditas
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok di pasaran sebagai langkah menjaga stabilitas inflasi daerah. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pelaksanaan pasar murah apabila diperlukan untuk mengendalikan harga sejumlah komoditas strategis.
Baca Lainnya :
- Bakesbangpol Kalsel Ajak Pelajar Jadi Generasi Digital Cerdas Tangkal Hoaks dan Radikalisme0
- Lestarikan Warisan Literasi Banua, Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional0
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Eddy Elminsyah Jaya, SH., SE., S.Pi., MS, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual di Command Center Banjarbaru, Senin (20/7/2026).
Eddy menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan pada minggu ketiga Juli yang dipaparkan dalam rapat, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah. Namun, kondisi di Kalimantan Selatan masih relatif terkendali.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali mengikuti rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Dari pemantauan minggu ketiga Juli memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun di Kalimantan Selatan, harga telur ayam ras, cabai rawit, dan minyak goreng kita tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Harganya masih berada di bawah harga acuan penjualan,” ujar Eddy.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan lengah dan tetap melakukan pengawasan secara rutin di pasar-pasar agar harga kebutuhan pokok tetap sesuai ketentuan.
“Kita berharap kondisi ini tetap terjaga. Walaupun demikian, pengawasan di pasar-pasar harus terus dilakukan agar harga minyak goreng tidak melampaui harga eceran tertinggi, begitu juga harga cabai dan komoditas lainnya tidak melebihi harga acuan penjualan yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga, Pemprov Kalsel juga menyiapkan intervensi pasar melalui kegiatan pasar murah yang akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.
“Untuk pasar murah nantinya akan dilaksanakan oleh dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan. Mereka akan memantau titik-titik yang memerlukan pelaksanaan pasar murah, terutama sebagai bentuk intervensi pasar agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan,” kata Eddy.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus menjaga stabilitas harga pangan sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara dan inflasi di Kalimantan Selatan tetap terkendali.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)









