- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Pemprov Kalsel Berhasil Tekan Inflasi, Ekonomi Daerah Terus Membaik

Keterangan Gambar : TPID Kalsel saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kemendagri secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (18/5/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas sektor bersama seluruh SKPD dan instansi vertikal. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan menurunnya angka inflasi Kalimantan Selatan hingga April 2026.
Baca Lainnya :
- Mantan! Disdukcapil Kalsel Buka Pelayanan Kependudukan Hingga Sabtu - Minggu0
- Optimalkan Pemerimaan Daerah, Pemprov Kalsel Latih 36 ASN Soal Pemeriksaan Pajak Daerah0
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan, yang terdiri dari SKPD, instansi, dan lembaga terkait mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (18/5/2026).
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, melalui Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, H Idris, menjelaskan terkait dengan perkembangan pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah sampai bulan April inflasi kita berada di angka 3,67 persen. Sebelumnya pada Maret sekitar 3,84 persen dan saat itu kita berada di urutan kedua nasional. Sekarang sudah turun ke peringkat enam, artinya langkah-langkah pengendalian inflasi yang kita lakukan cukup berhasil,” ujarnya.
Menurut Idris, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari SKPD terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, hingga dukungan instansi vertikal lainnya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, selain inflasi yang mulai terkendali, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga menunjukkan capaian positif dan berada di atas rata-rata nasional.
“Pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,61 persen, sedangkan Kalimantan Selatan mencapai 5,67 persen. Ini menunjukkan kondisi ekonomi daerah kita terus membaik,” katanya.
Meski demikian, Idris mengingatkan adanya potensi peningkatan inflasi pada periode mendatang, terutama menjelang hari besar keagamaan maupun akibat faktor eksternal seperti pengaruh cuaca dan penurunan produksi pangan di sejumlah daerah.
“Kalau ada perayaan keagamaan biasanya permintaan dan konsumsi masyarakat meningkat, sehingga berpotensi memicu inflasi. Selain itu, dampak El Nino di Pulau Jawa juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi juga dapat berdampak terhadap naiknya daya beli masyarakat yang pada akhirnya memicu peningkatan konsumsi.
Karena itu, Idris mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dengan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.
“Kita berharap masyarakat dapat mengatur konsumsi sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Ini penting untuk menjaga daya beli sekaligus membantu pengendalian inflasi,” tutupnya. (red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










