- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Pemkab Tanah Bumbu Susun Strategi Investasi Perikanan

Keterangan Gambar : Asisten Administrasi Umum M. Yamani mewakili Bupati Tanah Bumbu membuka Ekspose Akhir Penyusunan Strategi Promosi Investasi Sektor Perikanan di Batulicin.
BATULICIN, Borneopos.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Ekspose Akhir Penyusunan Dokumen Strategi Promosi Investasi Sektor Perikanan di Hotel Ebony Batulicin, Rabu (12/11/2025). Agenda ini menjadi tahapan kunci dalam merumuskan arah promosi penanaman modal berbasis potensi unggulan daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Tanah Bumbu Didorong Keterbukaan Informasi Publik0
- Lisa Apresiasi Banjarbaru Street Art Festival 2025 yang Kini Digelar Bergilir di Tiap Kecamatan0
Kegiatan dibuka Asisten Administrasi Umum, M. Yamani, mewakili Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif. Dalam sambutannya, ia menyebut dokumen strategis tersebut akan menjadi pegangan penting untuk memperkuat arus investasi produktif dan berkelanjutan.
“Melalui ekspose ini, kita menyatukan langkah pemerintah daerah, tenaga ahli, dan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi promosi investasi yang tepat sasaran,” ujar Yamani.
Ekspose kali ini menitikberatkan pada tiga sektor perikanan yang dinilai memiliki nilai ekonomi kuat dan peluang pasar luas, yakni:
Budidaya ikan bandeng terintegrasi dengan industri pengalengan Budidaya ikan gabus terintegrasi dengan industri albumin
Pengembangan udang vaname, komoditas unggulan pesisir Tanah Bumbu
Pemkab menilai ketiga subsektor tersebut dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi skala besar di wilayah pesisir.
Bupati Andi Rudi Latif berharap dokumen ini tidak berhenti sebagai kajian administratif, tetapi diterapkan sebagai langkah konkret untuk memperkuat daya saing daerah, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investor potensial.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Tanbu, Nurwani, menegaskan pentingnya penyelarasan data dan masukan teknis dari seluruh pemangku kepentingan.
“Ekspose akhir adalah titik penyempurnaan dokumen agar strategi investasi kita benar-benar aplikatif, relevan, dan memiliki dampak ekonomi nyata,” ujarnya.
Empat akademisi Universitas Diponegoro Semarang — Dr. Lestari Lakhsmi Widowati, Prof. Dr. Dian Wijayanto, Slamet Suharto, dan Alfabetian Harjuno Condro Haditomo — hadir sebagai pemateri utama.
Sekitar 60 peserta yang terdiri dari penyuluh perikanan, pelaku usaha, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan turut terlibat dalam diskusi teknis penyusunan dokumen.
Dengan tersusunnya strategi promosi investasi sektor perikanan, Pemkab Tanah Bumbu menargetkan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah sekaligus memperkuat branding Tanah Bumbu sebagai sentra investasi maritim dan perikanan di Kalimantan Selatan. (red/adv)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)

.jpg)







