- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Banjarbaru Perkuat Pengelolaan Sampah dan Lingkungan

Keterangan Gambar : Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai Kota Banjarbaru memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang mudah dikelola dari sisi lingkungan hidup.
Kalsel, Borneopos.com - Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai Kota Banjarbaru memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang mudah dikelola dari sisi lingkungan hidup.
Baca Lainnya :
- Meski Pasar Semen Nasional Lesu, Indocement Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun di 2025 0
- TPP Perpanjang Masa Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kalsel hingga 24 April0
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penyerahan sarana pengolahan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru.
Menurutnya, dengan manajemen yang baik, seluruh instrumen lingkungan hidup dapat disepakati dan dijalankan secara optimal oleh pemerintah daerah.
“Banjarbaru ini salah satu kota yang cukup mudah dimanajemen. Dengan demikian, seluruh instrumen lingkungan hidup bisa menjadi konsensus bersama pemerintah kota,” kata Hanif, Banjarbaru, Kamis (9/4/2026).
Hanif menambahkan, penetapan Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan menjadi keunggulan tersendiri yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Keunggulan komparatif tersebut, menurutnya, perlu ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif melalui kebijakan dan program yang terarah.
Lebih lanjut, Hanif menekankan pentingnya keseragaman instrumen kebijakan antar daerah agar seluruh Kabupaten/Kota memiliki standar yang sama, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Dari berbagai isu yang berkembang, persoalan sampah menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Ia menyebut, isu ini merupakan salah satu prioritas yang mendapat perhatian serius dari Presiden.
“Dari sisi lingkungan hidup, isu krusial yang saat ini muncul adalah persoalan sampah. Banjarbaru masih perlu terus meningkatkan upaya penanganannya,” jelasnya.
Pemerintah berharap, dengan komitmen dan kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby, Banjarbaru mampu menghadirkan lingkungan yang sehat dan bersih bagi masyarakat. Upaya tersebut juga sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saat ini, Pemerintah Kota Banjarbaru tengah menyusun langkah-langkah strategis dan teknis dalam penanganan sampah secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Hanif optimistis, jika upaya tersebut terus dipimpin dan dikawal secara langsung oleh kepala daerah, target menjadikan Banjarbaru sebagai kota bersih dapat tercapai.
“Kita yakin, jika ini terus ditangani dan dipimpin langsung oleh Ibu Wali Kota, maka tujuan menghadirkan kota yang bersih di Banjarbaru dapat terwujud,” pungkasnya.(red/mckls)



Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












