- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar

Keterangan Gambar : Lokakarya Tari Topeng Srikandi
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar Lokakarya Tari Garapan Baru Topeng Srikandi sebagai upaya melestarikan seni budaya Topeng Banjar yang mulai jarang ditampilkan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai kabupaten/kota, masyarakat umum, serta para seniman se-Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik0
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru0
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta yang mengikuti lokakarya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan di Taman Budaya Kalsel.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota, baik dari kalangan masyarakat umum maupun para seniman. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sebagai program yang difasilitasi oleh Taman Budaya,” ujar Rizal di Banjarmasin, Jumat (19/6/2026).
Rizal menjelaskan, lokakarya tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali eksistensi Topeng Banjar yang kini mulai langka dan terancam punah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman budaya daerah, khususnya seni pertunjukan Topeng Banjar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Kalimantan Selatan memiliki warisan budaya berupa Topeng Banjar yang saat ini sudah semakin jarang ditampilkan dan perlu terus dilestarikan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya berkomitmen menghadirkan program pelestarian budaya secara berkesinambungan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Upaya tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya bertopeng semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” tambah Rizal.
Sementara itu, penggagas Tari Topeng Srikandi, Lupi Anderiani, mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya tersebut. Ia menjelaskan bahwa Tari Topeng Srikandi lahir dari kegelisahannya melihat semakin berkurangnya eksistensi tari topeng klasik Banjar di masyarakat.
Menurut Lupi, Tari Topeng Srikandi merupakan karya garapan baru yang tetap berlandaskan semangat tradisi klasik, namun dikemas lebih fleksibel sehingga dapat dipentaskan di berbagai kesempatan tanpa terikat aturan ritual adat.
“Selama ini tari topeng klasik di Kalimantan Selatan memiliki keterbatasan ruang dan waktu karena bersifat sakral dan terikat aturan adat. Karena itu saya berinisiatif menciptakan topeng garapan baru yang dapat dipentaskan di mana saja sebagai media hiburan sekaligus pelestarian budaya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penciptaan Tari Topeng Srikandi tidak bertujuan mengubah atau mengurangi nilai sakral dari topeng klasik yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Topeng yang sakral tetap dipertahankan nilai dan fungsinya. Pengembangan dilakukan melalui karya baru tanpa mengubah pakem yang sudah ada,” tuturnya.
Lupi berharap Tari Topeng Srikandi dapat menjadi inspirasi bagi para seniman di Kalimantan Selatan untuk terus melahirkan karya-karya baru yang berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, inovasi seni dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian tradisi.
“Topeng Srikandi merupakan garapan baru dengan semangat klasik. Mudah-mudahan karya ini menjadi awal dan memotivasi para seniman lainnya untuk terus menciptakan karya topeng baru sebagai bagian dari pelestarian budaya Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)









