- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi

Keterangan Gambar : Bupati Kotabaru dan rombongan saat berkunjung ke PT STC bahas soal penanganan krisis air bersih di Kotabaru,Senin (5/10/2026)
Kotabaru, Borneopos.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan sumber air.
Baca Lainnya :
- Komitmen Awasi Keuangan Daerah, Bang Tungku: 24 Agustus 2026, Kami akan Demo DPRD Kotabaru0
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS0
Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kotabaru mendatangi PT Sebuku Tanjung Coal (STC) untuk membahas peluang kerja sama penyediaan air bersih bagi masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat PT STC, Senin (5/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Muhammad Rusli menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan banyak terima kasih. Kita harus sejalan dan bergandengan satu sama lain demi kepentingan bersama,” ujar Muhammad Rusli.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini semakin sulit diprediksi. Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait perlu menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi kemungkinan kemarau yang berkepanjangan.
“Kita harus berpikir panjang karena kita belum tahu kapan berakhirnya kemarau. Sekarang kondisi cuaca sulit diprediksi,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan adanya potensi sumber mata air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan atau pemasangan instalasi air dengan panjang sekitar empat kilometer.
Selain pemanfaatan mata air, Pemkab Kotabaru juga membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan air, termasuk pengolahan air laut menjadi air yang layak digunakan sebagai sumber air minum.
Menurut Bupati, kualitas air menjadi perhatian utama sehingga diperlukan proses pengolahan yang tepat sebelum air didistribusikan kepada masyarakat. Upaya tersebut tentunya membutuhkan dukungan investasi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Air adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Eka Saprudin menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan air saat ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan air merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat Kotabaru, terlebih dengan kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
“Kita melihat kondisi air yang sudah semakin menipis. Yang saya tahu, salah satu masalah di Kotabaru adalah air, apalagi dengan situasi kemarau yang diperkirakan panjang,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kedatangan jajaran Pemkab Kotabaru ke PT STC merupakan bagian dari upaya mencari solusi bersama.
Pihak PT Sebuku Tanjung Coal (STC) menyambut baik kedatangan jajaran Pemkab kotabaru.Perusahaan menyatakan siap menampung berbagai masukan dan gagasan yang disampaikan pemkab terkait upaya penanganan krisis air beraih.
PT STC juga akan mengkaji dan mengupayakan alternatif solusi yang kemungkinan untuk membantu mengatasi persoalan ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
Pihak perusahaan menyampaikan bahwa hasil pembahasan dan tindak lanjut terkait upaya penyediaan air bersih tersebut akan diinformasikan lebih lanjut setelah dilakukan pembahasan dan kajian internal.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghasilkan solusi konkret dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat kotabaru,sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menghadapi dampak kemarau. (red/ril)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0










