- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global

Keterangan Gambar : Refinery Development Master Plan (RDMP) atau Rencana Induk Pengembangan Kilang Balikpapan, Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan. (Foto:Dok. Pertamina).
Jakarta, Borneopos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, kondisi stok energi nasional dalam keadaan aman, meskipun pasokan energi global terganggu akibat eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Baca Lainnya :
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun0
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz0
Pernyataan itu disampaikan Bahlil, melalui keterangan resmi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin, solar, dan LPG di dalam negeri saat ini terpenuhi dengan baik.
“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil.
Bahlil menyatakan, cadangan minyak Indonesia saat ini masih berada di atas standar minimal nasional yang berkisar antara 21 hingga 28 hari.
Ia menekankan, angka tersebut bukan indikasi bahwa bahan bakar akan habis dalam periode waktu tersebut karena cadangan akan terus diisi ulang seiring dengan proses distribusi dan optimalisasi fasilitas kilang minyak di dalam negeri.
Lebih lanjut, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif untuk mengamankan pasokan minyak mentah (crude) yang akan diolah di kilang-kilang tersebut. Langkah utama yang ditempuh adalah dengan mencari sumber impor alternatif untuk menggantikan pasokan yang sebelumnya berasal dari kawasan Selat Hormuz.
“Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” ujar Bahlil.
Kondisi darurat pasokan energi global dipicu oleh peningkatan ketegangan di kawasan Teluk Persia setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal serta mengambil alih kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi lintasan utama pasokan minyak dunia.
Dampak krisis telah dirasakan negara tetangga, Filipina, yang pada Selasa (24/3/2026) resmi mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. menandatangani perintah eksekutif untuk mengaktifkan respons nasional guna memulihkan stabilitas energi, mengingat Filipina mengimpor hampir 26 persen kebutuhan energinya dari kawasan Timur Tengah. (red/ip)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)
1.jpg)










