- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Ditengah Kemarau Panjang, Poktan Sri Tunggal Martapura Berhasil Panen Padi 5 Ha

Keterangan Gambar : Panen Padi 5 Hektare di Kelompok Tani Sri Tunggal Martapura, Selasa (15/9/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Kelompok Tani Sri Tunggal, Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, tetap mampu menghasilkan panen padi.
Baca Lainnya :
- Gubernur Muhidin Perintahkan Pelayanan Secepatnya untuk Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Dirawat0
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang0
Sebanyak 5 hektare lahan padi dipanen dalam kegiatan Syukuran Panen Padi, Selasa (15/9/2026). Panen tersebut menjadi bagian dari total 60 hektare lahan yang ditanami kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, mengapresiasi kegigihan petani yang tetap mempertahankan pertanaman meski menghadapi keterbatasan air akibat kemarau panjang.
“Di tengah kemarau yang panjang, hari ini kita masih bisa panen. Memang ada sebagian yang mengalami kekeringan dan gagal panen, tetapi ada juga yang berhasil panen, termasuk di tempat ini,” ujar Syamsir.
Menurutnya, keberhasilan panen di lahan Kelompok Tani Sri Tunggal tidak terlepas dari dukungan pengairan menggunakan pompa bantuan Menteri Pertanian. Pompa tersebut dimanfaatkan untuk mengairi lahan selama sekitar 60 hari 60 malam, sehingga tanaman padi dapat bertahan hingga masa panen.
Perjuangan petani bahkan dilakukan dengan berbagai cara untuk mempertahankan sawah. Syamsir menyebut, sebagian petani rela menjual ternak seperti itik dan ayam untuk memenuhi kebutuhan biaya pengairan dan pemeliharaan tanaman.
“Ini perjuangan luar biasa. Ada yang sampai berjualan itik, berjualan ayam untuk membiayai dan membanjui sawah. Mereka benar-benar pejuang pertanian,” katanya.
Syamsir menegaskan, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan daerah. Kabupaten Banjar, menurutnya, merupakan salah satu daerah yang terus berkontribusi menyuplai kebutuhan pangan bagi Kalimantan Selatan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan. Di lokasi tersebut terdapat tiga penyuluh yang mengawal pertanian dengan luasan sekitar 60 hingga 70 hektare.
“Petani ini luar biasa. Mereka hanya punya satu usaha, yaitu bertani. Menanam, panen. Menanam lagi, panen lagi. Tidak ada henti kita untuk menanam,” tegasnya.
Syamsir pun mengajak seluruh petani di Kalsel untuk terus menjaga semangat produksi pangan melalui gerakan berkelanjutan.
“Ketika kita tanam, panen. Tanam lagi, panen lagi sampai kiamat. Karena kita butuh makan sampai hari kiamat. Kita butuh nasi, nasi berasal dari beras, dan beras berasal dari padi,” ucapnya.
Ia berharap keberhasilan panen di tengah kondisi kemarau dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk tetap berproduksi. Menurutnya, kondisi alam memang tidak selalu dapat diprediksi, sehingga pemerintah bersama petani perlu terus berupaya menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian.
Syamsir juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh, aparat kepolisian, serta seluruh pihak yang turut mendampingi dan mendukung petani hingga panen dapat terlaksana.
Panen 5 hektare ini bukan sekadar hasil produksi, tetapi bukti bahwa kegigihan petani mampu menjaga denyut pangan daerah meski diterpa kemarau panjang.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








