- Bupati Rusli Paparkan Potensi Sektor Pertanian Kotabaru ke Wamenko Bidang Pangan RI
- Bupati Kotabaru Sampaikan Kebutuhan Alsintan ke Wamenko Bidang Pangan RI
- Kadis LH Kotabaru: Kami Edukasi Warga Pilah Sampah, Lewat Program Tukar Sampah dengan Sembako
- Bupati Buka Festival Kuliner dan Jamuan Massal Meriahkan HUT ke-76 Kotabaru di Siring Laut
- Fun Walk HUT ke-76 Kotabaru Meriah, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat
- Suwanti Pantau Program Tukar Sampah Plastik jadi Sembako di DLH pada HUT Kotabaru ke-76
- Diskusi Ambin Demokrasi: Fenomena *Kodok Rebus* Diam Terpaku Atas Penindasan
- Target Lima Besar, Strategi Realistis Kotabaru di Popda Kalsel 2026
- Bupati Kotabaru Kunjungi Desa Wisata Teluk Tamiyang, Lakukan Peninjauan Fasilitas Wisata
- Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan

Keterangan Gambar : Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar lima persen pada tahun 2026. Target tersebut ditetapkan seiring tren positif peningkatan jumlah wisatawan dalam dua tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima0
- Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen0
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady menyebutkan, pada periode 2024 hingga 2025 jumlah kunjungan wisatawan mengalami kenaikan sekitar lima hingga tujuh persen. Capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun 2026 ini.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sekitar lima persen. Target ini disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang ada, termasuk efisiensi anggaran,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).
Dalam mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata Kalsel terus memperkuat pengembangan sejumlah destinasi unggulan, seperti Loksado, Tahura Sultan Adam, Bukit Batu, dan Goa Batu Hapu. Selain wisata alam, wisata religi juga dinilai masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan.
Fenomena Haul Guru Sekumpul menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Kalsel. Berdasarkan data Mobile Positioning Device (MPD), pelaksanaan haul terakhir dihadiri sekitar lima juta orang.
“Selain pengembangan destinasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengintegrasikan penguatan sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan optimalisasi Geopark Meratus yang telah berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp),” tambahnya.
Menurutnya, pengembangan Geopark Meratus tidak hanya berorientasi pada sektor wisata, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, budaya, hingga kuliner lokal.
“Kami tidak hanya mengembangkan destinasi wisata, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif dan pemasaran agar manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait agenda pariwisata daerah, sejumlah event unggulan seperti Loksado Bamboo Rafting dan Triathlon masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, event Pasar Terapung dipastikan tetap dilaksanakan sebagai upaya menjaga pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung promosi wisata daerah.
Dengan strategi pengembangan destinasi, penguatan ekonomi kreatif, dan dukungan status internasional Geopark Meratus, Kalimantan Selatan optimistis target pertumbuhan kunjungan wisatawan tahun 2026 dapat tercapai.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL





.jpg)
.jpg)






