- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-80
- Lagi! Indocement Tarjun Raih Penghargaan Nasional atas Dukungan Program Imunisasi di Indonesia
- Lagi! Polsek Samarinda Ungkap Kasus Sabu
- Maling Pencuri 95 Slop Rokok Kini Diamankan di Polsek Samarinda
- Stadion Bertaraf Internasional Banjarbaru Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Baru Kalsel
- Pemprov kalsel Genjot Pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Penyaluran KUR untuk Dorong UMKM Naik Kelas
- PUPR Kalsel Dorong Komitmen Daerah Wujudkan Target Sanitasi Nasional
- PUPR Kalsel Tingkatkan Kompetensi SDM Konstruksi melalui Pelatihan BIM Autodesk Revit Arsitektur
- Triwulan I 2026, Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen
Cegah Pemborosan Pangan, Distan KP Kalsel Gelar Bimtek Penyelamatan Pangan 2026

Keterangan Gambar : Cegah Food Waste, Distan KP Kalsel Gelar Bimtek Penyelamatan Pangan 2026
Kalsel, Borneopos.com - Upaya menekan pemborosan pangan sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi terus diperkuat di Kalimantan Selatan. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelamatan Pangan Tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel mengajak para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan setiap pangan yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terbuang sia-sia.
Baca Lainnya :
- Upaya cegah kanker serviks,Pemkab Kotabaru gelar Vaksinasi HPV untuk ASN dan keluarga.0
- Hadiri Pembukaan MTQ Nasional ke-37 Provinsi Kal-Sel, Pemkab Kotabaru Optimistis Tingkatkan Pestasi0
Kegiatan yang berlangsung di Banjarbaru, Senin (22/6/2026), dibuka secara resmi oleh Kepala Distan KP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Sekretaris Dinas, Saptono.
Dalam sambutannya, Saptono menegaskan pentingnya pengelolaan pangan berlebih sejalan dengan terbitnya Peraturan Badan Gizi Nasional Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyelamatan pangan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi.
“Regulasi ini menegaskan bahwa pangan berlebih yang masih layak konsumsi perlu dikelola, didata, dan dilaporkan dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal serta tidak menjadi sampah pangan yang terbuang sia-sia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, menjelaskan bahwa bimtek dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka dan daring, agar dapat menjangkau peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, sebanyak 15 peserta hadir langsung yang terdiri dari kepala dan pengelola SPPG di wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Sedangkan peserta lainnya mengikuti kegiatan secara online dari daerah masing-masing.
“Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu dari Badan Pangan Nasional yang menyampaikan materi terkait penyiapan dan pendataan penyelamatan pangan, kemudian dari STIKES Husada Borneo, serta dari Rumah Sakit Sari Mulia,” jelasnya.
Maulidinsyah berharap seluruh peserta dapat meneruskan ilmu dan informasi yang diperoleh kepada pengelola SPPG di daerah masing-masing, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.
Ia menambahkan, penyelamatan pangan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program pemerintah, terutama agar makanan yang telah disiapkan melalui SPPG benar-benar tersalurkan kepada para penerima manfaat sesuai kebutuhan gizi mereka.
“Harapannya pangan yang disiapkan melalui program SPPG tidak terbuang sia-sia. Dengan demikian, kita dapat melakukan penyelamatan pangan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













