- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Buku *Bunda Literasi Banua* Resmi Diluncurkan, Jadi Panduan Praktis Cerdaskan Masyarakat

Keterangan Gambar : Buku “Bunda Literasi Banua” Resmi Diluncurkan, Jadi Panduan Praktis Cerdaskan Masyarakat
Kalsel, Borneopos.com - Bunda Literasi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj. Fathul Jannah Muhidin, resmi meluncurkan buku panduan literasi berjudul “Bunda Literasi Banua: Literasi Meningkat, Banua Cerdas” dalam rangkaian kegiatan Semesta Buku 2026 di Banjarmasin, Sabtu (27/6/2026).
Baca Lainnya :
- Bunda Literasi Kalsel Ajak Seluruh SKPD Bangun Pojok Baca Lewat Semesta Buku 20260
- Peringatan HANI 2026, YPR Kobra dan Dinsos Kalsel Ajak Masyarakat Lawan Narkoba0
Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat gerakan literasi di Kalimantan Selatan. Buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi para kader dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai program literasi, sekaligus mendorong budaya membaca agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banua.
Dalam sambutannya, Hj. Fathul Jannah Muhidin menegaskan bahwa pembangunan budaya literasi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
“Melalui buku ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya hidup. Literasi dapat dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari lingkungan terdekat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buku tersebut juga menjadi panduan bagi berbagai organisasi kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti TP-PKK, Posyandu, Gerakan Pramuka, hingga Pokja Bunda PAUD. Organisasi-organisasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pendidikan sepanjang hayat melalui penguatan budaya literasi.
Menurutnya, amanah sebagai Bunda Literasi bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas literasi di daerah.
“Gelar sebagai Bunda Literasi adalah sebuah amanah besar. Saya menyadari ini adalah panggilan untuk bergerak bersama masyarakat Banua. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh organisasi terdekat kita menjadi motor penggerak utama proses pendidikan sepanjang hayat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Fathul Jannah juga menyoroti tantangan literasi di era digital, terutama meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak sejak usia dini. Melalui buku panduan tersebut, ia berharap seluruh perangkat daerah, perpustakaan, dan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya literasi yang sehat demi menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, menilai peluncuran buku tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan gerakan literasi di Kalimantan Selatan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bunda Literasi Kalsel atas dedikasi dan komitmennya dalam menyusun buku yang dinilai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan budaya membaca di Banua.
“Hari ini menjadi tonggak sejarah penting dengan diluncurkannya Buku Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Selatan. Buku ini bukan sekadar goresan pena, melainkan manifestasi pemikiran, komitmen, dan dedikasi luar biasa dalam merajut gerakan membaca di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sri Mawarni berharap buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus rujukan bagi keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi sejak dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan.
Melalui peluncuran buku “Bunda Literasi Banua: Literasi Meningkat, Banua Cerdas”, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan berbagai organisasi masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga mampu melahirkan generasi Kalimantan Selatan yang cerdas, kritis, berkarakter, dan berwawasan luas.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












