- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Dorong Pembinaan Atlet Lewat Perwosi Cup I 2026
- Wakil Ketua DPRD Kotabaru Apresiasi Turnamen Voli Antar Pelajar
- DPRD Kotabaru Pastikan Distribusi Solar Bersubdisi Tepat Sasaran
- Warga Tarjun Usul Paving dan JPU, Sahrani: Akan Diperjuangkan Hingga Terealisasi
- Sahrani Serap Aspirasi pada Reses di Desa Tarjun
- Gewsima Serap Aspirasi Warga Semayap pada Reses Tahap II 2026
- DPRD Kotabaru Apresiasi Kegiatan FBS 2026
- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 2-9 Januari 2026 di Perairan Kotabaru dan Muara Sungai Barito

Keterangan Gambar : Rilies BMKG Kasel
Banjarbaru, Borneopos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang berpotensi terjadi di perairan Kotabaru serta perairan Muara Sungai Barito, Kalimantan Selatan, pada periode 2 hingga 9 Januari 2026.
Baca Lainnya :
- Gubernur Muhidin Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama dan Tegaskan Akan Evaluasi Secara Berkala0
- Opini | Pawang Bencana?0
Prakirawan BMKG, Rianita Sekar, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dipengaruhi oleh fase bulan purnama pada 3 Januari 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, terdapat potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Masyarakat pesisir kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pasang maksimum air laut selama periode 2 hingga 9 Januari 2026,” ujar Rianita, Selasa (6/1/2026).
Untuk perairan Kotabaru, pasang maksimum berpotensi terjadi pada 2–9 Januari 2026 pukul 16.00–22.00 WITA, dengan ketinggian pasang mencapai 2,9 meter.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir perairan Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
Sementara itu, di perairan Muara Sungai Barito, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada 2–9 Januari 2026 pukul 18.00–01.00 WITA, dengan ketinggian pasang mencapai 2,8 meter.
Wilayah terdampak meliputi pesisir perairan Sungai Barito dan sekitarnya. BMKG memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di wilayah pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta sektor perikanan darat.
Masyarakat pesisir diimbau untuk, mengamankan barang dan aset di wilayah rawan genangan, mengatur aktivitas pelabuhan dan perikanan menyesuaikan jadwal pasang, dan mengikuti informasi cuaca dan kelautan resmi dari BMKG. (Red/MC)

Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0














