- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
BMKG Kalsel: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Cenderung Lebih Kering

Keterangan Gambar : Diseminasi Informasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 Kalsel, secara virtual, Kamis (2/4/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 di Kalimantan Selatan diprediksi datang lebih awal dengan karakteristik lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Baca Lainnya :
- DLH Kalsel Bagikan 2.000 Ember dan Tong Sampah, Dorong Pemilahan dari Rumah Tangga0
- Andi Rustianto, Sekretaris KNPI Kalsel: Pemerintah Tanpa Pemuda Tidak Akan Kuat0
Hal tersebut disampaikan pada Diseminasi Informasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Selatan secara virtual, Kamis (2/4/2026).
Klaus menegaskan bahwa secara nasional prediksi awal musim kemarau telah dirilis oleh BMKG, namun waktu awal musim di setiap daerah berbeda-beda. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi secara bertahap sejak April hingga Mei 2026.
“Masing-masing wilayah tidak bersamaan memasuki awal musim kemarau. Di Kalimantan Selatan, sebagian wilayah mulai pada April dan sebagian lainnya pada Mei,” ujarnya.
Ia menjelaskan, informasi prediksi ini sangat penting sebagai dasar perencanaan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Dengan adanya data klimatologis tersebut, diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan yang tepat, khususnya dalam menghadapi periode musim kemarau tahun ini.
Lebih lanjut, Klaus mengharapkan seluruh pihak dapat memanfaatkan informasi yang disampaikan secara optimal, terutama dalam menyusun langkah antisipatif dan mitigasi dampak musim kemarau.
“Kami berharap informasi ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait, terutama dalam menetapkan rencana menghadapi periode musim kemarau,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti kekeringan, keterbatasan sumber daya air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.
Selain itu, BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kalsel akan terus menyampaikan informasi detail terkait perkembangan musim kemarau melalui narasumber teknis dalam kegiatan tersebut.
Hal ini bertujuan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi iklim yang akan dihadapi.
Klaus mengajak seluruh peserta yang terdiri dari seluruh unsur terkait dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi musim kemarau 2026.
“Melalui informasi ini, kita semua diharapkan dapat melakukan mitigasi sejak dini terhadap dampak musim kemarau,” tutupnya. (red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












