- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Badan Kesbangpol Kotabaru Bersama FKDM dan FKUB Studi Tiru Ke Kabupaten Paser

Keterangan Gambar : FKDM dan FKUB Kotabaru, studi tiru ke kabupaten Paser, Selasa (17/12/24).
Kotabaru, Borneopos.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Kabupaten Kotabaru bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) melakukan kunjungan studi tiru di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/24).
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Suksek Gelar HUB Fest 20240
- Pesan Sayed Jafar Kepada 7 Kades Baru : Gunakan Setiap Rupiah APBDes Untuk Kepentingan Masyarakat0
Kapala Badan Kesbangpol Kotabaru, H. Melinda Ratna Agustina melalui Plt. Sekretaris, H. Abdul Hamid mengatakan tujuan utama kunjungannya selain silaturahim adalah untuk melakukan studi tiru sekaligus kunjungan balasan.
Ke depan, lanjut Hamid, diharapkan kerjasama antara Kesbangpol dengan instrumen dimaksud, di Kotabaru berjalan lebih baik dan berkembang. Ia pun menjelaskan bahwasanya di kabupaten yang berjuluk Bumi Saijaan telah teridentifikasi ajaran menyimpang yaitu Pansuri Rahman.
Dalam mengantisipasinya dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajaran tersebut.
"Kalau ada hal yang sama di Kabupaten Paser sekiranya bisa dijadikan contoh dalam mengantisipasinya," kata H. Hamid.
Sementara itu, perwakilan kedua Ketua FKUB menjelaskan bahwasanya terdapat beberapa kesamaan antara Kotabaru dan Paser yang identik dengan keberagaman suku budaya adat istiadat, agama, kepercayaan dan keyakinan, hanya saja di Kabupaten Paser belum ada kelembagaan agama Konghucu.
"Untuk penganut Konghucu sendiri kalau beberapa orang sudah ada, namun secara kelembagaan belum ada", ujar H. Abu Bakar, Ketua FKUB Kabupaten Paser.
"Di Kotabaru terdapat beberapa perkumpulan Islam yang terdeteksi menyimpang diantaranya adalah aliran jamaah khilafatul muslimin dan aliran Pansuri Rahman," jelas Ketua FKUB Kotabaru, KH. Muhtasor menambahkan.
Terkait kegiatan FKDM pun terdapat kesamaan sesuai tupoksinya, namun demikian Kabupaten Paser pengurusnya lebih terpenuhi. Dimana, pengurusnya berjumlah 1008 personel terdiri pengurus kabupaten, kecamatan dan desa.
"Untuk Kabupaten Paser dana yang disiapkan untuk FKDM senilai sekitar 600 juta rupiah," kata Zulkifli selaku Ketua FKDM Paser.
Hadir dari Kotabaru Kepala Kantor Kemenag , H. Akhmad Kamal, Kepala Kesbangpol diwakili Plt, Sekretaris Kesbampol Kotabaru, H. Abdul Hamid, Ketua FKUB, H. Muhtasor dan Ketua FKDM, H. Joyo Budi Harjo. Sementara dari Kabupaten Paser hadir Kaban Sesbangpol, Nonding, diwakili Kabid Ideologi Wasbang, Diah Mustika Sari, ST, MM, Pengurus FKUB H. Abu Bakar, Ketua FKDM, Zulkifli dan Ketua FPK. (ril/red)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0














