- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Presiden Dorong Teknologi Lokal Atasi Sampah di Seluruh Indonesia

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Presiden menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu tahun serta guna mengingatkan para pejabat mengenai berbagai ancaman global yang berpotensi memengaruhi Indonesia di antaranya krisis pangan, krisis energi, dan krisis air.
Jakarta, Borneopos.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanganan persoalan sampah di seluruh Indonesia dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga tahun melalui pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Baca Lainnya :
- Polri Menyapa Ojek Online Banua, Kakorlantas dan Kapolda Kalsel Dengar Langsung Aspirasi Mitra Ojol0
- Kakorlantas Polri Resmikan Safety Driving Center (SDC) Polda Kalsel0
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, kepala badan, pejabat eselon I kementerian/lembaga, dan pimpinan BUMN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta kalangan akademisi untuk mengembangkan solusi teknologi yang aplikatif dan terjangkau. “Saya telah meminta para profesor dan perguruan tinggi untuk bekerja. Kita sudah memiliki teknologi untuk mengelola sampah dengan biaya yang tidak mahal,” ujarnya.
Menurut Presiden, Indonesia tidak perlu bergantung pada teknologi impor yang berbiaya tinggi, karena kemampuan dalam negeri dinilai cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Ia optimistis, dengan pemanfaatan teknologi lokal, masalah sampah di berbagai wilayah dapat diatasi secara menyeluruh. “Dalam waktu dua sampai tiga tahun, kita targetkan tidak ada lagi wilayah di Indonesia yang terdampak persoalan sampah,” tegas Presiden Prabowo.
Selain pengelolaan sampah, Presiden juga menyoroti pentingnya percepatan transisi energi menuju sumber energi terbarukan yang berbasis potensi dalam negeri.
Satu hal, Presiden menyebut Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, mulai dari batu bara hingga bahan baku alternatif seperti singkong dan jagung yang dapat diolah menjadi bahan bakar. “Kita memiliki cadangan energi yang besar. Dari sumber daya yang ada, kita bisa menghasilkan bahan bakar sendiri,” katanya.
Presiden menilai kondisi global yang penuh tantangan justru menjadi momentum untuk mempercepat kemandirian energi nasional. “Krisis dunia adalah peluang untuk mempercepat langkah kita menuju kemandirian,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung target pembangunan 1.000 desa nelayan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan sektor maritim dan ekonomi masyarakat pesisir.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan bahwa seluruh target pembangunan yang telah direncanakan memiliki tolok ukur yang jelas dan dapat dievaluasi secara terbuka. “Semua program memiliki ukuran yang jelas dan bisa diuji hasilnya,” katanya.
Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman dan memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan investasi internasional.
Ia mencontohkan meningkatnya minat global terhadap Indonesia sebagai dampak dari stabilitas nasional di tengah konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. “Indonesia menjadi salah satu negara yang diminati karena kondisi yang stabil,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional, meningkatkan kemandirian energi, serta menyelesaikan persoalan lingkungan secara berkelanjutan.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250

.jpg)
1.jpg)











