- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Penguatan Mitigasi Bencana, BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan ASN

Keterangan Gambar : Penutupan dilaksanakan di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Jumat (8/5/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi menutup Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Angkatan I bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Penutupan dilaksanakan di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Jumat (8/5/2026).
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Buka Banua Rally 2026, Kalsel Siap Jadi Pusat Sport Tourism Nasional0
- Ketua KNPI Kalsel Andi Rustianto Silaturahmi ke Gubernur Kalsel, Bahas Penguatan Peran Pemuda0
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah melalui Sekretaris BPSDMD Provinsi Kalsel, Rina Astuti mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di Kalimantan Selatan.
“Provinsi Kalimantan Selatan memiliki alam yang indah, namun juga memiliki potensi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, kebakaran di pemukiman, banjir, dan angin puting beliung,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai bencana tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, infrastruktur hingga perekonomian daerah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas para pelaku penanggulangan bencana dinilai menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Peningkatan kapasitas para pelaku penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan pada berbagai tingkat, baik di kalangan pemerintah maupun non-pemerintah, merupakan sebuah keharusan,” katanya.
Menurutnya, penguatan kompetensi dalam aspek pengurangan risiko bencana perlu terus dilakukan guna mencegah dan meminimalisir korban jiwa, kerusakan lingkungan, serta kerugian ekonomi akibat bencana.
“Melalui pelatihan ini, seluruh pihak diajak untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Umum dan Pilihan Jabatan Administrasi, Eliza Meilani menyampaikan, seluruh peserta pelatihan dinyatakan lulus berdasarkan hasil evaluasi yang mencakup aspek sikap perilaku sebesar 10 persen, keterampilan 30 persen, serta penguasaan materi melalui pre-test dan post-test sebesar 60 persen.
“Sebanyak 11 orang lulus dengan kualifikasi memuaskan, sementara 19 orang lainnya berhasil meraih kualifikasi sangat memuaskan,” jelasnya.
Selain itu, panitia juga memberikan apresiasi kepada enam peserta dengan nilai tertinggi, yakni Muhammad Dian Ansari dengan nilai 97,54, Hanifda 94,13, Yatna Priyatna 94,01, Reza Lazuardi 93,89, Restu Palinggi 93,49, dan Yulita Rahmi 92,03.
Eliza mengatakan, data nilai para peserta tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke Pusdiklat Penanggulangan Bencana sebagai bahan seleksi untuk mengikuti pelatihan teknis lanjutan di Bogor.
“Diharapkan peserta yang terpilih nantinya dapat terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan mereka di tingkat nasional,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










