- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
MenPAN-RB Dorong Transformasi Pelatihan ASN Berbasis Dampak Sistemik

Keterangan Gambar : Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan pentingnya transformasi sistem pelatihan aparatur sipil negara (ASN) untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerja sama dengan German Institute of Development and Sustainability (IDOS) di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Jakarta, Borneopos.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan pentingnya transformasi sistem pelatihan aparatur sipil negara (ASN) untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Soroti Tantangan UMKM, Dorong Penguatan Daya Saing dan Perlindungan Pasar0
- Menteri LH Apresiasi Kemajuan Banjarbaru, Tekankan Peran Strategis sebagai Ibu Kota Kalsel0
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerja sama dengan German Institute of Development and Sustainability (IDOS) di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dalam sambutannya, Rini menekankan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak lagi sekadar menyusun kebijakan, melainkan memastikan implementasi yang efektif di tengah kompleksitas sistem nasional.
“Kebijakan tanpa manusia hanyalah selembar kertas, sementara manusia tanpa kebijakan akan kehilangan arah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi skala sistem yang besar, dengan puluhan juta penduduk, jutaan perusahaan, serta ratusan badan usaha milik negara, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan yang adaptif dan berorientasi hasil.
Menurut Rini, reformasi birokrasi Indonesia 2025–2045 mengusung paradigma baru, yakni penyelesaian masalah sebagai inti reformasi. Pemerintah menerapkan tiga prinsip utama, yaitu sinergi kebijakan lintas sektor, pembelajaran berkelanjutan dari pengalaman, serta fokus pada implementasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menambahkan, capaian indeks kinerja Indonesia pada 2024 menunjukkan peningkatan signifikan di tingkat regional dan global, sebagai hasil dari fokus pada penguatan kebijakan dan manajemen SDM ASN.
Rini juga menyoroti perubahan pendekatan pelatihan ASN dari berbasis kegiatan (event-based) menjadi berbasis ekosistem pembelajaran. Melalui konsep corporate university, pemerintah menerapkan model Model 70:20:10 yang menekankan:
70% pembelajaran melalui pengalaman langsung (learning by doing),
20% melalui kolaborasi dan pembinaan (coaching),
10% melalui pelatihan formal.
“Fokus kita bukan lagi berapa banyak ASN yang dilatih, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi birokrasi. Menurutnya, kemitraan dengan sektor swasta, lembaga pendidikan, dan mitra pembangunan menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang adaptif sesuai kebutuhan nasional.
Ia juga menegaskan bahwa inklusi harus menjadi bagian integral dari desain kebijakan dan pelayanan publik.
“Ukuran keberhasilan adalah apakah kebijakan ini benar-benar membantu masyarakat—mulai dari ibu di Papua hingga nelayan di Maluku,” ujarnya.
Sebagai langkah ke depan, pemerintah mendorong penguatan riset bersama terkait dampak pelatihan ASN, program pertukaran talenta antarlembaga, serta pengembangan kurikulum kepemimpinan publik global.
Konferensi ini diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat transformasi birokrasi yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan peningkatan kualitas layanan publik.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)
1.jpg)










