- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Kadisdik Malinau: *Kuliah Mau di Mana Saja, Pemda Siap Biayai*

Keterangan Gambar : Antusias pelajar Kab. Malinau dalam menghadiri kegiatan sosialisasi beasiswa Desa Sarjana
Malinau, Borneopos.com - Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Muhammad Fiteriady, mendorong para pelajar kelas XI dan XII SMA/SMK/MAN untuk memanfaatkan peluang beasiswa pendidikan yang disiapkan pemerintah daerah, khususnya melalui program Desa Sarjana Unggul.
Demikian pernyataan itu disampaikannya saat kegiatan sosialisasi peluang beasiswa yang digelar di Ruang Laga Feratu, Jumat (13/3/2026).
Baca Lainnya :
- Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Katingan Terima Bantuan Sosial ATENSI0
- Pemprov Kalsel Apresiasi Program Mudik Gratis Polri Presisi Polda Kalsel 0
Dalam paparannya, Fiteriady menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kesempatan luas bagi pelajar Malinau untuk melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk melalui jalur prestasi yang dinilai memiliki peluang lebih besar.
“Kalau merasa jalur umum sulit, manfaatkan jalur prestasi. Selama kalian punya prestasi, peluang untuk mendapatkan beasiswa itu terbuka,” ujarnya.
Ia juga menekankan mekanisme pembiayaan dalam program beasiswa tersebut. Jika mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan bantuan dana pendidikan dari pemerintah daerah namun tidak seluruhnya digunakan, maka sisa dana tidak perlu dikembalikan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya.
Namun demikian, terdapat konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak menyelesaikan pendidikan. Pemerintah daerah akan meminta pengembalian seluruh biaya yang telah dikeluarkan.
“Misalnya selama empat tahun pemerintah daerah membiayai Rp50 juta per tahun, berarti total Rp200 juta. Jika tidak menyelesaikan pendidikan, maka biaya itu harus dikembalikan,” jelasnya.
Selain itu, penerima program juga diwajibkan kembali dan mengabdi di daerah setelah lulus. Saat ini aturan masa pengabdian minimal telah direvisi menjadi enam bulan, dari sebelumnya dua tahun.
Menurutnya, kebijakan tersebut dibuat lebih fleksibel agar lulusan memiliki kesempatan lebih luas untuk mencari pengalaman kerja, baik di pemerintahan desa, mengikuti seleksi PPPK, CPNS, maupun bekerja di sektor swasta.
“Kita melihat peluang kerja sekarang semakin terbuka. Jadi setelah enam bulan mengabdi di desa, mereka bisa mencari pekerjaan lain, baik di Malinau maupun di luar daerah,” katanya.
Adanya perbedaan pembiayaan beasiswa tergantung lokasi kampus dan program studi yang dipilih, terutama karena perbedaan biaya kuliah dan biaya hidup di setiap daerah.
Saat ini, pemerintah daerah menetapkan standar bantuan sekitar Rp150 juta bagi mahasiswa yang kuliah di kampus yang belum memiliki kerja sama dengan pemerintah daerah. Sementara bagi kampus yang telah menjalin kerja sama resmi, pembiayaan dapat ditanggung lebih menyeluruh.
Dirinya mengingatkan para pelajar agar memilih jurusan kuliah secara matang agar memiliki peluang kerja yang baik setelah lulus.
“Jangan asal memilih jurusan. Pilihlah yang memungkinkan kalian lebih mudah mendapatkan pekerjaan ketika kembali ke daerah,” pesannya.
Menutup penyampaiannya, Fiteriady menegaskan bahwa kesempatan yang diberikan pemerintah daerah melalui program beasiswa ini merupakan peluang besar bagi generasi muda Malinau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Sekarang kalian tidak perlu terlalu memikirkan biaya. Pemerintah daerah sudah menyiapkan dukungan. Tinggal kalian yang menentukan mau kuliah di mana dan menjadi apa ke depan,” tambahnya. (red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)
1.jpg)










