- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Kadis Koperasi dan UKM Kalsel: Peningkatan Ekonomi Keluarga Adalah Fondasi Pembangunan Daerah

Keterangan Gambar : Suasana Workshop Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Koperasi di Banjarmasin, Selasa (14/10/2025).
Banjarmasin, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, saat memberikan paparan dalam Workshop Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Koperasi di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (14/10/2025).
Baca Lainnya :
- Indocement Tarjun Gandeng BPBD Kotabaru Gelar Sosialisasi Optimalisasi Desa Tangguh Bencana0
- Disparpora Kotabaru Dukung Ekspedisi Kriya Goes to Campus oleh Gekrafs DPC Kotabaru0
Gusti Yanuar menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya keluarga, menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yakni Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera menuju Gerbang Logistik Kalimantan.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai program dan kebijakan yang berpihak pada koperasi serta UMKM, di antaranya implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Kebijakan ini mencakup kemudahan pendirian usaha, perizinan, fasilitasi pembiayaan, hingga perluasan akses pasar.
“Melalui regulasi dan program yang sudah disiapkan, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil dan koperasi benar-benar naik kelas, mandiri, dan mampu menciptakan dampak ekonomi bagi keluarganya,” ujarnya.
Yanuar juga menyebutkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan Diskop UKM Kalsel pada tahun 2025, di antaranya bimbingan teknis koperasi modern, pelatihan digitalisasi koperasi, pelatihan manajemen dan akuntansi koperasi, fasilitasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta program One Pesantren One Product (OPOP) untuk memperkuat peran lembaga pendidikan keagamaan dalam pengembangan ekonomi umat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan Usaha Kecil, yang mewajibkan instansi pemerintah maupun swasta menyediakan minimal 30 persen ruang promosi dan pengembangan usaha kecil pada area komersial dan infrastruktur publik.
“Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada UMKM agar mereka punya ruang untuk tumbuh dan bersaing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yanuar juga menyoroti program nasional seperti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai langkah mendorong kemandirian ekonomi desa. Koperasi jenis ini akan mengelola berbagai unit usaha mulai dari logistik, simpan pinjam, hingga layanan pangan, dengan bunga pinjaman hanya 6 persen per tahun.
Untuk mendukung permodalan, pemerintah juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 senilai Rp5,69 triliun, dengan realisasi hingga September mencapai Rp3,77 triliun atau 66,13 persen. Selain itu, sejumlah pemerintah daerah di Kalsel telah mengembangkan program kredit daerah seperti Kredit Bahuma di Banjarmasin dan Kredit Gerbang Emas di Tabalong.
Yanuar menambahkan, Diskop UKM Kalsel terus memperkuat peran ekonomi kreatif dengan memberikan pelatihan desain kemasan, digital marketing, dan peningkatan mutu produk agar pelaku UMKM lebih kompetitif.
“Kreativitas adalah kunci agar produk kita bisa menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, perekonomian keluarga di Kalsel dapat tumbuh kuat dan berkelanjutan.
“Peningkatan ekonomi keluarga adalah fondasi pembangunan ekonomi daerah. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, koperasi serta UMKM akan menjadi motor penggerak menuju Kalimantan Selatan yang sejahtera,” tutupnya. (red/MCKalsel)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL











