- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Inspktorat Kotabaru: Ada 22 Desa yang Sudah Ditetapkan Sebagai Desa Anti Maladministrasi

Keterangan Gambar : Kepala Inspektorat Kotabaru, H. Fitriadi.
Kotabaru, Borneopos.com - Guna memperkuat tata kelola pemerintahan Desa terus ditunjukkan Inspektorat Kabupaten Kotabaru melalui pengawasan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- KPK Tahan Bupati Tulungagung, Ungkap Modus Tekanan Jabatan dan Setoran OPD0
- Tenaga Ahli Gubernur: Dermaga Pasar Terapung Akan Terus Dikembangkan Agar Mendunia0
Hal itu disampaikan Kepala Inspektorat Kotabaru, H. Fitriadi saat berbincang dengan awak media di kantornya, Senin (13/4/2026). Setiap tahun Inspektorat selalu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa, hal ini sebagai upaya untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualiatas pelayanan.
“Kalau untuk audit setiap tahun kita lakukan, ini bentuk pembinaan dan pengawasan secara reguler. Inspektorat juga melakukan melakukan pengawasan berdasarkan pengaduan masyarakat (DUMAS), yang kemudian pengaduan itu kita seleksi,” ujarnya Fitriadi, Senin (13/4/2026)
Ia juga menambahkan bahwa Inspektorat juga turut berperan dalam mendukung aparat penegak hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan, ketika diminta melakukan pengawasan atau pemeriksaan tujuan tertentu.
“Termasuk kita juga membantu dari aparat penegak hukum baik itu kepolisian, kejaksaan yang diminta agar inspektorat melakukan pengawasan” pungkasnya.
Lebih lanjut, Fitriadi mengungkapkan bahwa hasil pengawasan yang dilakukan umumnya terbagi dalam dua kategori temuan. Pertama, temuan nonfinansial yang berkaitan dengan administrasi, terus yang Kedua, temuan finansial yang menyangkut pengelolaan keuangan desa.
“Secara umum, hasil pengawasan inspektorat itu mencakup 2 hal temuan, yang pertama itu bersifat finansial dan kedua, non finansial, artinya bersifat administrasi,” ungkapnya.
Menurut Fitriadi, langkah konkrit yang bisa di lakukan pemerintah desa guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat salah satunya dengan membuat pelayanan terpadu (pelayanan satu pintu).
Mengakhiri penjelasannya kepada awak media, Fitriadi mengungkapkan bahwa Inspktorat Kotabaru bekerjasama dengan Ombusman telah menggagas program Desa anti maladministrasi.
"Target kami, minimal satu kecamatan ada satu desa yang sudah di tetapkan sebagai desa anti maladministrasi. Harapannya desa-desa yang lain bisa belajar pada desa yang sudah kita jadikan pilot projek. Saat ini sudah ada 22 desa yang sudah di tetapkan oleh Ombusman sebagai desa anti maladministrasi," tutup Fitriadi. (red/paridah).
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













