- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Inflasi Kalsel Februari 2026 Capai 0,86 Persen, BI Perkuat Langkah Pengendalian Harga

Keterangan Gambar : Bank Indonesia menjelaskan bahwa angka inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya
Kalsel, Borneopos.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,86 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Februari 2026 dan 5,97 persen secara tahunan (year on year/yoy). Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan pada akun Instagram resmi Bank Indonesia Kalsel pada Rabu (4/3/2026).
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Resmikan Kawasan Wisata di Bawah Jembatan Barito0
- Polri Endus Aliran Dana 132 Situs Judi Online, Ratusan Rekening Dibekukan0
Bank Indonesia menjelaskan bahwa angka inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
Kenaikan inflasi pada periode tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga beberapa komoditas utama. Salah satunya berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mengalami kenaikan akibat peningkatan harga emas perhiasan.
“Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan meningkatnya harga emas global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dunia,” ujar Kepala KPw BI Kalsel Fadjar Majardi dalam keterangan yang dipublikasikan melalui media sosial resminya.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut menyumbang inflasi. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas daging ayam ras, yang berkaitan dengan proses transisi kebijakan impor bungkil kedelai sebagai bahan baku pakan ternak.
Di sisi lain, tekanan inflasi pada Februari 2026 turut tertahan oleh penurunan harga pada sektor transportasi. Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi, seiring dengan turunnya harga bensin setelah kebijakan penurunan harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 1 Februari 2026.
Bank Indonesia mencatat rata-rata harga Pertamax mengalami penurunan dari Rp12.770 per liter pada Januari menjadi Rp12.220 per liter pada Februari 2026, atau turun sekitar 4,3 persen secara bulanan.
Berdasarkan data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan juga bervariasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tabalong (Tanjung) sebesar 1,34 persen, disusul Tanah Laut sebesar 1,09 persen, Hulu Sungai Tengah (HST) sebesar 0,82 persen, dan Banjarmasin sebesar 0,76 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kotabaru sebesar 0,60 persen.
“Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi,” tuturnya.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain pelaksanaan operasi pasar dan gerakan pasar murah untuk komoditas strategis, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pemberian subsidi ongkos angkut dalam mendukung program gerakan pangan murah, serta pelaksanaan rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama para pemangku kepentingan dan pelaku usaha.
“Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(red/mcksl)




Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL












