- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Dugaan Atlet Palsu tim HSU, Kontingen Basket Kotabaru Protes Panitia Porprov Kalsel

Keterangan Gambar : Pengurus KONI dan Kontingen Basket Kotabaru saat melayangkan surat protes.
Pelaihari, Borneopos.com - Cabang olahraga basket putri di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan 2025 di Pelaihari menjadi panas dan heboh.
Baca Lainnya :
- Atlet Cabor Petangue Kotabaru sabet 4 Perunggu pada Porprov ke-XII Kalsel di Tanah Laut0
- 2.409 PPPK Paruh Waktu di Kotabaru Terima SK Pengangkatan0
Kontingen basket Kabupaten Kotabaru resmi melayangkan surat protes keras kepada Panitia Pelaksana Porprov XII Kalsel dan Technical Delegate Cabor Bola Basket.
Protes diajukan menyangkut dugaan ketidaksesuaian data identitas keabsahan pemain putri dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) saat bertanding melawan Kotabaru.
Ketua Pengurus Cabor Basket Kotabaru, Sofian Noor Thas saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Selasa (11/11) siang; menegaskan surat keberatan telah dilayangkan pada 7 November 2025 lalu.
Protes ini mengacu pada pertandingan penyisihan fase grup 3x3 putri yang berlangsung pada 5 November 2025 di Lapangan Kijang Mas Pelaihari.
Dalam suratnya, Sofian mengungkap dugaan pelanggaran teknis administrasi yang merugikan tim Kotabaru.
"Atlet pemain HSU diduga berbeda (tidak sesuai) dengan data identitas atlet yang didaftarkan pada data keabsahan peserta. Diduga foto yang tertera di KTP pada entry by name dimanipulasi atau tidak sesuai dengan foto pemilik aslinya," tegas Sofian.
Dugaan ini diperkuat lampiran data yang menunjukkan formulir data pemain HSU atas nama Gina Elisa, Hanifah, Maulida Safa'ah, dan Nadiati, yang disinyalir menggunakan identitas berbeda dari aslinya.
Bahkan, terdapat tangkapan layar percakapan yang mengklaim para atlet tersebut adalah "mahasiswa Unsri (Universitas Sriwijaya) yang berasal dari Palembang dan identitasnya dipalsukan.”
Tiga atlet HSU yang diduga bermasalah mengenakan nomor punggung 1, 2, dan 3. Dugaan-dugaan itu baru terungkap setelah pertandingan.
Tindak lanjut protes, akan diadakan pertemuan antara perwakilan HSU dengan panitia Porprov pada sore hari ini (11/11).
Kotabaru memiliki harapan besar kepada panitia turnamen untuk memberikan hasil yang adil.
Kalau kita menginginkan, panitia bisa memberikan hasil seadil-adilnya. Menjaga dan tidak mencederai kawan-kawan di lapangan," ungkap Sofian.
Permohonan utama Kotabaru adalah agar panitia membatalkan hasil pertandingan yang merugikan tim mereka, dan secara otomatis Kotabaru dinyatakan memenangkan pertandingan dan berhak melaju ke babak semifinal.
Panitia Porprov Kotabaru juga telah menindaklanjuti protes ini dengan surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Panitia Porprov Kotabaru, Eka Saprudin yang merupakan Sekda Kotabaru. (*)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Kotabaru














