- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Diskominfo Kalsel Matangkan Persiapan Audit TIK SPBE

Keterangan Gambar : Diskominfo Kalsel Matangkan Persiapan Audit TIK SPBE
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bersama Tim Auditor TIK SPBE Inspektorat Daerah Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (4/6/2026).
Baca Lainnya :
- Sekolah Lapang Alsintan Digelar di Batola, Dorong Modernisasi Pertanian Kalsel0
- Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026, Pemprov Kalsel Dorong UMKM Kantongi Sertifikat Halal0
Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pembentukan Surat Keputusan (SK) tim audit, penyusunan rencana kerja, hingga persiapan pelaksanaan audit TIK SPBE oleh lembaga terkait.
Kepala Diskominfo Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, melalui Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika), Hasnan Ash Shiddieqy, mengatakan pertemuan awal tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pertemuan pertama ini menjadi momentum untuk membentuk tim yang solid sehingga mampu menghasilkan output audit yang maksimal dan memberikan manfaat bagi peningkatan SPBE di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasnan juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan sebelumnya. Menurutnya, terdapat beberapa rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang belum dapat diselesaikan secara optimal akibat keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia (SDM).
Salah satu rekomendasi yang belum terpenuhi adalah penyusunan dokumen desain pengembangan aplikasi, infrastruktur, dan tata kelola teknologi informasi. Meskipun usulan anggaran telah diajukan berulang kali, hingga kini belum mendapatkan persetujuan.
“Karena keterbatasan SDM dan anggaran, kami belum mampu menyusun dokumen desain tersebut secara mandiri. Padahal usulan anggarannya sudah beberapa kali diajukan, namun belum disetujui,” jelasnya.
Akibat kendala tersebut, tindak lanjut atas rekomendasi terkait masih tertunda dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Permasalahan serupa juga ditemukan dalam hasil audit SPBE yang dilakukan Inspektorat Daerah Kalimantan Selatan pada tahun sebelumnya.
Hasnan menegaskan bahwa berbagai kendala teknis, khususnya terkait keterbatasan SDM dan pendanaan, perlu menjadi perhatian bersama agar proses tindak lanjut hasil audit dapat berjalan lebih efektif.
“Hal-hal inilah yang perlu kita pertimbangkan bersama dalam menyusun langkah tindak lanjut yang realistis dan sesuai dengan kondisi yang ada saat ini,” pungkasnya.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












