- Polres Sumba Timur Amankan Tiga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Matalawa
- Polisi Ringkus Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Santri
- Menko Pangan Serap Aspirasi Petani Lampung, Perkuat Pupuk dan Harga Panen
- Badan Bahasa Gandeng Misionaris Jadi Duta Bahasa Indonesia di Dunia
- Muhidin Ingin Pejabat Pemprov Kalsel Diisi SDM Profesional dan Kompeten
- Sekretariat Posyandu Wasaka Kalsel Diresmikan, Hj Fathul Jannah Dorong Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Gubernur Muhidin Lantik Pengurus BAZNAS Kalsel, Tekankan Penyaluran Zakat Tepat Sasaran
- Rakor Posyandu Kalsel Fokus Penguatan SDM, Digitalisasi dan Pelayanan Terpadu
- Penguatan Mitigasi Bencana, BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan ASN
- Gubernur Kalsel Buka Banua Rally 2026, Kalsel Siap Jadi Pusat Sport Tourism Nasional
Badan Bahasa Gandeng Misionaris Jadi Duta Bahasa Indonesia di Dunia

Keterangan Gambar : Para peserta pertemuan antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Badan Bahasa Kemendikdasmen), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia di Kantor Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta, Kamis (07/05/2026).
Jakarta, Borneopos.com - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana menjalin kerja sama dengan para misionaris Indonesia di berbagai negara untuk memperkuat penyebaran Bahasa Indonesia di tingkat internasional.
Baca Lainnya :
- Muhidin Ingin Pejabat Pemprov Kalsel Diisi SDM Profesional dan Kompeten0
- Sekretariat Posyandu Wasaka Kalsel Diresmikan, Hj Fathul Jannah Dorong Perkuat Pelayanan Masyarakat 0
Langkah tersebut disampaikan Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, saat menerima kunjungan Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang didampingi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kantor Badan Bahasa, Jakarta, sebagaimana siaran pers yang diterima InfoPublik, Jumat (8/5/2026).
“Kami berharap para misionaris Indonesia dapat menjadi duta bahasa di negara tujuan misi mereka,” ujar Hafidz.
Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari penggunaan resmi Bahasa Indonesia oleh Takhta Suci Vatikan melalui Vatican News, yang diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Komisi Komsos KWI dan Dikasteri Komunikasi Vatikan pada Maret 2026.
Dalam pertemuan itu, Hafidz didampingi Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, serta Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana.
Sementara pihak KWI diwakili Petrus Noegroho Agoeng bersama sejumlah pengurus dan perwakilan PWKI.
Rm Petrus Noegroho Agoeng menyambut baik gagasan tersebut, namun menilai implementasi kerja sama perlu melibatkan berbagai lembaga gereja seperti keuskupan, tarekat, kongregasi, dan ordo yang menaungi para misionaris.
“Ini akan menjadi potensi dan gerakan yang luar biasa. Pertemuan budaya termasuk bahasa antar dua negara terjadi di akar rumput,” ujarnya.
Menurutnya, para misionaris selama ini tidak hanya membawa misi keagamaan, tetapi juga menjadi penghubung budaya Indonesia di berbagai negara tujuan pelayanan.
“Mereka belajar budaya dan bahasa negara tujuan misi, sekaligus memperkenalkan budaya dan Bahasa Indonesia kepada masyarakat setempat,” tambahnya.
Founder PWKI, AM Putut Prabantoro, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengirim misionaris terbesar di dunia.
Ia menilai penggunaan Bahasa Indonesia secara resmi di Vatican News dapat memperkuat akses informasi para misionaris terhadap berbagai dokumen penting Takhta Suci.
“Vatikan merupakan negara kedua setelah Amerika Serikat yang memiliki hubungan diplomatik terbanyak, yakni dengan 186 negara. Jadi ini bukan hanya soal agama, tetapi juga soft diplomacy,” kata Putut.
Hafidz menegaskan, kerja sama antara Badan Bahasa, KWI, dan PWKI tidak hanya sebatas penerjemahan berita atau dokumen resmi Vatikan, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bentuk diplomasi budaya melalui media, radio, podcast, hingga fasilitasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para misionaris.
“Bahasa Indonesia dibawa para misionaris sebagai duta budaya dan pengajar bahasa Indonesia di tempat misi mereka,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Ketua PWKI, Asni Ovier Dengen Paluin, menjelaskan bahwa penguatan jejaring misionaris Indonesia di dunia telah dimulai melalui pembentukan komunitas Sahabat Misionaris Indonesia atau Samindo.
Komunitas tersebut dibentuk sejak masa pandemi COVID-19 untuk menjadi ruang komunikasi para misionaris Indonesia yang bertugas di berbagai negara.
Menurut Yophiandi Kurniawan, grup komunikasi Samindo dibentuk pada 3 Juni 2021 dan hingga kini terus menjadi wadah koordinasi serta dukungan bagi para misionaris.
Ia menyebut Samindo juga mendapat dukungan sejumlah tokoh gereja di Nusa Tenggara Timur, termasuk Budi Kleden.
Upaya penguatan Bahasa Indonesia melalui jejaring misionaris tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat diplomasi budaya, memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global, serta memperkokoh identitas nasional melalui bahasa dan kebudayaan.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













